perkembangan trend fashion lolita dari jepang yang mendunia
Tren fashion yang berakar dari Jepang ini
terpinspirasi dari gaya berpakaian wanita di era Victorian dan Edwardian yang
identik dengan dress yang mengembang seperti sangkar ayam, penggunaan korset,
aksen baju yang rumit dengan ruffle dan renda, serta potongan
baju asimetris.
Pada awal kemunculannya di tahun 80-an di
Jepang, trend ini menjadi salah satu street style yang
paling populer dan banyak diminati. Jenisnya pun bermacam-macam, namun ada dua
yang menjadi ciri khas dari Lolita fashion, yaitu Sweet Loli dan Gothic
Loli.
Seperti namanya, gaya Sweet Loli menonjolkan style yang
lucu imut dan manis. Penggunaan dari style ini ditandai dengan
potongan pakaian ala Victorian yang berwarna cerah dan lembut seperti
warna-warna pastel. Tidak lupa pula penggunaan aksesoris seperti boneka teddy
bear kecil yang ditempelkan pada baju sering terlihat pada style Sweet
Loli. Riasan wajahnya juga cenderung menggunakan warna yang soft.
Di sisi lain, Gothic Loli punya konsep yang lebih dark
sehingga memberikan kesan yang misterius dan lebih dewasa bagi yang
menggunakannya. Biasanya, color palette yang digunakan untuk
riasan Gothic Loli adalah warna gelap seperti hitam, abu-abu, merah, biru, dan
juga putih. Jika Sweet Loli menggunakan aksesoris yang imut seperti teddy bear,
Gothic Loli menggunakan aksesoris penuh rantai yang menambah kesan ‘goth’ pada
tampilan mereka.
Perkembangannya dimulai sejak tahun 1980-an
Awal tahun 1980-an merupakan kelahiran dari Lolita
fashion di Jepang. Pertama kali dipopulerkan oleh brand fashion Pink
House, juga terinspirasi dari sebuah rumah boneka yang dikembangkan oleh
Milk.
Pada pertengahan 1980-an, mulai banyak orang-orang
yang mulai mengenakan pakaian dengan warna yang cerah, lebih beragam, dan lebih
mencolok secara visual yang dipakai untuk melihat artis favorit mereka saat
konser.
Banyak dari musisi tersebut dikontrak oleh label indie
paling substansial saat itu yang bernama Nagomu Records. Sehingga para gadis
yang berdandan menggunakan Lolita style untuk pergi ke konser
idola mereka sering disebut Nagomu Girls.
Lolita fashion di tahun 2000-an
Semakin berkembang dan semakin banyak pula yang
menganutnya, Lolita fashion akhirnya mendapat public awareness di
awal tahun 2000-an. Ini karena sudah banyak orang yang mulai menggunakan gaya
Lolita sebagai street style.
Pada saat inilah subkultur Lolita bertema gothic mulai
muncul ke permukaan. Ini dipelopori oleh band Jepang bernama Malice Mizer.
Gitaris legendaris band tersebut berdandan dengan gaya Lolita yang didominasi
warna hitam dengan nuansa gothic yang tak terbantahkan. Ternyata, gaya seperti
itu diterima oleh banyak orang bahkan sampai diliput oleh banyak media cetak.

Komentar
Posting Komentar